Kabupaten Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa seluruh program pembangunan daerah harus mengarah ke pembangunan berbasis data, dan dirancang secara terukur dan efektif, agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan usai memimpin Rapat Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor di Cibinong, Senin.
Rapat tersebut digelar untuk mengevaluasi capaian pembangunan daerah sekaligus menyusun langkah strategis dalam mendukung perubahan parsial penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Menurut Rudy, evaluasi kinerja menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Bupati Bogor Dorong Kebijakan Pembangunan Berbasis Data
Tantangan Fiskal Jadi Sorotan
Rudy menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam perencanaan anggaran di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Ia menilai setiap rupiah anggaran daerah harus dikelola dengan perhitungan matang demi memastikan dampaknya benar-benar dirasakan warga.
“Di tengah gejolak ekonomi global dan berbagai tantangan fiskal yang dihadapi saat ini, kita harus menghadirkan program pembangunan yang berbasis data, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Rudy.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi IKU dilakukan untuk menelaah berbagai indikator pembangunan daerah yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan maupun perencanaan anggaran. Dengan begitu, program yang dijalankan diharapkan lebih optimal, akuntabel, serta selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Peran Strategis Data dalam Perencanaan
Kolaborasi dengan BPS menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan berpijak pada data yang valid. Rudy menilai data yang akurat akan membantu pemerintah daerah mengidentifikasi prioritas pembangunan secara lebih presisi, sekaligus menghindari pemborosan anggaran pada program yang tidak relevan.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut antara lain:
- Keselarasan program dengan kebutuhan masyarakat
- Tingkat akuntabilitas penggunaan anggaran
- Capaian indikator kinerja utama setiap perangkat daerah
- Dampak langsung program terhadap kesejahteraan warga
Menurut Rudy, pendekatan berbasis data ini akan menjadi standar baru dalam tata kelola pembangunan di Kabupaten Bogor ke depan.
Sinergi Antarperangkat Daerah
Selain menekankan pentingnya data, Rudy juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Ia menilai kompleksitas tantangan pembangunan saat ini tidak mungkin dijawab oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Mari bergandeng tangan memperkuat sinergi untuk menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerja kolektif. Oleh karena itu, setiap organisasi perangkat daerah diharapkan tidak bekerja secara terkotak-kotak, melainkan saling mendukung untuk mencapai target bersama.
Komitmen Pemkab Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan komitmennya menjadikan hasil evaluasi IKU sebagai dasar utama dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran. Langkah ini diharapkan membuat pembangunan daerah berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Dengan pendekatan yang lebih sistematis, Rudy optimistis Kabupaten Bogor mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi lokal hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa orientasi akhir dari seluruh program adalah peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.
Evaluasi berkala terhadap indikator kinerja, menurut Rudy, akan terus dilakukan agar program pembangunan tetap relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga disiplin fiskal di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi daerah maupun nasional.




