Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten mengeluarkan peringatan serius kepada Pemerintah Provinsi Banten agar segera melakukan diversifikasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketergantungan yang terlalu besar pada sektor pajak kendaraan bermotor dinilai rentan dan tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.
DPRD Banten Desak Pemprov Diversifikasi Sumber PAD, Tak Bisa Terus Andalkan Pajak Kendaraan Bermotor
Ketergantungan pada Pajak Kendaraan Jadi Sorotan
Selama ini, pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu tulang punggung utama PAD Provinsi Banten. Namun kondisi ini dianggap berbahaya, mengingat tren masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan listrik serta berbagai kebijakan pusat yang berdampak pada struktur penerimaan daerah dari sektor otomotif.
Anggota DPRD Banten menegaskan bahwa sudah saatnya Pemprov berinovasi dalam menggali potensi-potensi PAD lain yang belum dioptimalkan. Jika terus mengandalkan pajak kendaraan, daerah akan sangat rentan terhadap gejolak ekonomi maupun perubahan regulasi di tingkat nasional.
“Pemprov harus mulai serius memetakan potensi pendapatan baru. Jangan sampai ketika pajak kendaraan menurun, APBD kita langsung terguncang,” tegas salah seorang anggota DPRD Banten dalam keterangannya.
Potensi Sektor Lain yang Perlu Digali
DPRD Banten menyebut sejumlah sektor yang diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi sumber PAD baru bagi provinsi ini. Beberapa di antaranya meliputi:
- Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, mengingat Banten memiliki kekayaan wisata alam, budaya, dan sejarah yang belum tergarap maksimal.
- Retribusi layanan digital dan perizinan online yang seiring perkembangan teknologi semakin berpotensi menghasilkan pemasukan signifikan.
- Optimalisasi aset daerah, termasuk tanah dan bangunan milik pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan secara produktif.
- Pengembangan kawasan industri, terutama di wilayah Banten utara yang strategis sebagai penyangga ekonomi Jabodetabek.
- Kerja sama investasi daerah dengan pihak swasta melalui skema yang menguntungkan kas daerah.
Razia Pajak Kendaraan Tetap Digencarkan
Di sisi lain, Pemprov Banten melalui instansi terkait tetap menggencarkan razia pajak kendaraan besar-besaran sebagai upaya jangka pendek meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Operasi ini menyasar berbagai jenis kendaraan yang menunggak pembayaran pajak tahunan mereka.
Langkah ini memang dipandang perlu untuk memaksimalkan potensi pajak kendaraan yang masih tersisa. Namun DPRD mengingatkan bahwa razia semata tidak cukup untuk menjamin stabilitas fiskal daerah dalam jangka panjang.
Urgensi Reformasi Fiskal Daerah
Kondisi yang dihadapi Banten mencerminkan tantangan yang juga dirasakan banyak daerah lain di Indonesia. Dengan semakin ketatnya transfer dana dari pemerintah pusat dan meningkatnya kebutuhan belanja daerah, kemampuan menggali PAD secara mandiri menjadi kunci ketahanan fiskal.
Para pengamat keuangan daerah menilai bahwa inovasi dalam pengelolaan PAD bukan sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan. Daerah-daerah yang berhasil mendiversifikasi sumber pendapatannya terbukti lebih tangguh menghadapi tekanan ekonomi.
DPRD Banten berharap Pemprov segera menyusun peta jalan yang konkret dan terukur untuk mengembangkan sumber-sumber PAD baru. Langkah ini dinilai krusial agar pembangunan Banten dapat terus berjalan tanpa harus bergantung pada satu sumber pendapatan yang sewaktu-waktu bisa mengering.
Untuk update lainnya bisa juga cek Halaman Facebook Teras Nasional. Baca juga tentang gempa Palu susulan untuk informasi terkini. Artikel ini termasuk dalam kategori Internasional.




