Ikuti kami di Google News

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, menyerahkan total 48 unit armada angkutan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan Merah Putih. Bantuan tersebut terdiri atas 23 unit truk dan 25 unit kendaraan bak terbuka atau pikap yang akan digunakan untuk memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyerahan armada berlangsung di halaman Kantor Pemkab Jember pada Senin, dalam acara bertema “Bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Membangun Ekonomi Desa yang Kuat, Mandiri, dan Sejahtera”. Kegiatan ini dihadiri Forkopimda, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta perwakilan pemerintah desa.

Koperasi Merah Putih Jember Terima 48 Armada dari Pemkab

Dukungan untuk Distribusi dan Stabilitas Harga

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa dukungan armada ini menjadi bagian dari upaya memperkuat distribusi hasil produksi masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga komoditas pertanian.

“Dukungan armada tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat distribusi hasil produksi masyarakat, menjaga stabilitas harga komoditas pertanian, serta mendorong kemandirian ekonomi desa,” kata bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.

Ia berharap Koperasi Merah Putih mampu berperan sebagai penggerak utama ekonomi desa sekaligus instrumen pemerataan pembangunan hingga ke tingkat paling bawah.

Peran Strategis Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan

Menurut Gus Fawait, koperasi memiliki peran penting dalam menekan angka kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis desa. Hal ini sejalan dengan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bertujuan memperluas pemerataan pembangunan.

“Koperasi memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis desa,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa filosofi koperasi berlandaskan pada tiga prinsip utama, yaitu:

  • Pemerataan ekonomi antarwilayah
  • Pemberdayaan ekonomi mikro masyarakat
  • Pengurangan ketimpangan pendapatan

“Karena itu, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Bukan Pesaing Pelaku Usaha Kecil

Gus Fawait menekankan bahwa Koperasi Merah Putih tidak dibentuk untuk bersaing dengan pelaku usaha swasta maupun toko kelontong milik masyarakat. Sebaliknya, koperasi hadir untuk mengisi ruang ekonomi yang selama ini belum terlayani secara optimal.

“Sebaliknya, koperasi hadir untuk mengisi ruang-ruang ekonomi yang belum terlayani secara optimal sekaligus memperkuat rantai distribusi komoditas desa,” jelasnya.

Jaga Harga Gabah hingga Dukung MBG

Sebagai langkah penguatan, Pemkab Jember akan mendorong koperasi berperan menjaga stabilitas harga gabah melalui kerja sama dengan Bulog. Skema ini diharapkan dapat membantu penyerapan hasil panen petani sehingga harga gabah tetap sesuai ketentuan pemerintah dan memberi nilai ekonomi lebih baik bagi petani.

Selain itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diproyeksikan menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk pertanian dan komoditas unggulan desa akan diserap melalui koperasi untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

Sebelumnya, sejumlah koperasi di Jember juga telah menunjukkan prestasi, di antaranya KDMP Sidomulyo yang menjadi koperasi desa pertama di Jember yang melakukan ekspor kopi hingga ke Mesir. Capaian ini menjadi bukti bahwa koperasi desa memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional dan memperkuat perekonomian masyarakat lokal.