Perjuangan Donny Kesuma melawan Penyakit Jantung sejak 2015 hingga Meninggal

Perjuangan Donny Kesuma melawan Penyakit Jantung sejak 2015 hingga Meninggal

Namun, Yuni Indrianti mengatakan bahwa Donny mulai membaik, terbukti dari dosis obat yang mulai dikurangi.

“Ada progres baik, respons baik dari tubuh pasien terhadap obat-obatan. Jadi sekarang dosis obat-obatannya sudah mulai sedikit demi sedikit diturunin, tapi masih pakai ventilator,” kata Yuni.

Ventilator yang terpasang pun disebut mulai sedikit demi sedikit diturunkan agar pasien bisa belajar bernapas sendiri meski belum stabil.

“So far alhamdulilah ada progres,” tambah Yuni.

Yuni melanjutkan, Donny tidak bisa terlalu lama menggunakan ventilator tersebut karena dinilai tidak baik untuk tubuhnya.

“Makanya sekarang lagi diturunkan, kalau langsung enggak bisa. Jadi diturunkan sedikit, jadi si pasien ini lagi belajar lagi dengan organ tubuhnya sendiri gitu,” tuturnya.

Kondisi menurun dan meninggal dunia

Kendati demikian, masih di hari yang sama, Donny Kesuma dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan di ICU.

Ghassaan mengatakan, sang ayah telah diberi obat dengan dosis tertinggi, sehingga tidak bisa ditingkatkan lagi.

“Jadi, akhirnya kami lihat beberapa menit untuk melihat tensinya, lalu ternyata ada penurunan,” tambah Ghassaan, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (20/3/2024).

Dia menyebut, pihak rumah sakit telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa sang ayah.

Bahkan, 20 menit terakhir, keluarga dan dokter sepakat melakukan pompa manual pada jantungnya.

“Namun, sudah 20 menit, Papa enggak bisa tertolong lagi,” ucap Ghassaan.

Sumber : kompas

Pages: 1 2Show All

Jl. Gatot Subroto No.Kav. 2, RW.3, Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan

You might also like