Ikuti kami di Google News

Kualitas tidur ternyata bukan sekadar urusan rasa segar saat bangun pagi. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menemukan bahwa durasi tidur 6-8 jam per malam berkaitan erat dengan laju penuaan biologis atau tubuh menua yang lebih lambat dibandingkan tidur yang terlalu singkat maupun terlalu panjang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dikutip dari laman Eating Well pada Kamis (4/6), para peneliti mengidentifikasi rentang durasi tidur optimal berada di kisaran 6,4 hingga 7,8 jam per malam. Tidur kurang dari enam jam atau lebih dari delapan jam justru dikaitkan dengan tanda-tanda penuaan tubuh yang lebih cepat.

Studi Terbaru: Tidur 6-8 Jam Bikin Tubuh Menua Lebih Lambat

Menganalisis Ratusan Ribu Data Populasi

Temuan ini diperoleh setelah para ilmuwan menganalisis data dari sejumlah basis data populasi berskala besar, termasuk UK Biobank yang menyimpan informasi biologis, kesehatan, dan gaya hidup ratusan ribu orang.

Para peneliti memanfaatkan beragam sumber data, mulai dari kebiasaan tidur yang dilaporkan peserta, hasil pencitraan otak, biomarker darah, catatan kesehatan, hingga luaran kesehatan jangka panjang. Seluruh data tersebut kemudian dibandingkan dengan 23 indikator penuaan biologis pada berbagai organ dan sistem tubuh.

Bukan Sekadar Usia di KTP

Alih-alih hanya berpatokan pada usia kronologis atau usia yang tercatat di dokumen identitas, penelitian ini menggunakan konsep “jam biologis”. Jam biologis memperkirakan usia sebenarnya dari organ dan sistem tubuh seseorang berdasarkan biomarker seperti hasil pemindaian otak dan pengukuran komponen darah.

Hasilnya cukup mengejutkan. Hubungan antara durasi tidur dan penuaan biologis tampak terjadi pada berbagai sistem tubuh sekaligus, termasuk otak, jantung, serta jalur yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.

Temuan ini mengindikasikan bahwa tidur dapat memengaruhi proses penuaan secara menyeluruh, bukan hanya berdampak pada satu organ atau aspek kesehatan tertentu saja.

Risiko Penyakit Kronis Mengintai

Selain memicu penuaan dini, durasi tidur yang terlalu pendek maupun terlalu panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis. Beberapa di antaranya yang teridentifikasi dalam studi ini meliputi:

  • Depresi
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Risiko kematian yang lebih tinggi

Menurut para peneliti, kurang tidur tampaknya memiliki hubungan yang lebih langsung dengan dampak kesehatan. Hal ini terjadi melalui peningkatan stres, peradangan, serta gangguan pada sistem imun tubuh.

Sebaliknya, tidur yang terlalu lama diduga lebih berperan sebagai penanda adanya proses penuaan biologis atau masalah kesehatan lain yang mendasarinya, bukan sebagai penyebab langsung.

Catatan Penting dari Peneliti

Meski hasilnya menarik, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, penelitian hanya menunjukkan adanya keterkaitan atau korelasi, namun belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti antara durasi tidur dan laju penuaan.

Kendati demikian, temuan ini semakin memperkuat pentingnya menjaga pola tidur yang sehat. Bagi masyarakat modern yang kerap begadang akibat pekerjaan maupun gawai, menjaga durasi tidur di rentang ideal bisa menjadi investasi sederhana untuk kesehatan jangka panjang.

Para ahli menyarankan agar setiap orang berusaha menjaga konsistensi waktu tidur, menciptakan lingkungan kamar yang nyaman, serta membatasi paparan layar ponsel menjelang waktu istirahat agar kualitas tidur tetap terjaga.