Perbuatan halal adalah perbuatan yang tidak menimbulkan dosa di mata Allah SWT. Akan tetapi, ternyata ada perbuatan halal tetapi dibenci oleh Allah SWT.

Perbuatan halal tetapi dibenci oleh Allah SWT adalah talak. Dinukil dari buku Pengantar Studi Perbandingan Madzhab karya Abdus Sami’ Ahmad Iman, talak adalah terlepasnya hubungan antara suami istri.

Dalam istilah bahasa Indonesia, talak dapat pula disebut cerai. Talak disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 49. Allah SWT berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَمَسُّوْهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّوْنَهَاۚ فَمَتِّعُوْهُنَّ وَسَرِّحُوْهُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukminat, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Maka, berilah mereka mutah (pemberian) dan lepaskanlah mereka dengan cara yang sebaik-baiknya.”

Talak, Halal tetapi Dibenci Allah

Dikutip dari buku Rahasia Pernikahan Bahagia karya Cahyadi Takariawan, talak atau cerai adalah perbuatan yang halal, tetapi dibenci Allah SWT. Hal ini bersandar pada sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda,

“Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Baihaqi, Ibnu Adi)

Menurut para ulama, status hadits ini dhaif atau lemah. Akan tetapi, maknanya shahih. Syaikh Al-Arna’uuth berkata, “Bersamaan dengan keterputusan sanadnya, hadits ini dijadikan hujjah di sisi para imam yang tiga: Abu Hanifah, Malik, dan Ahmad, jika dalam bab ini tidak ada hadits yang menyelisihinya.”

Adapun Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata, “Hadits ini tidak shahih, tetapi maknanya shahih karena Allah SWT membenci perceraian. Akan tetapi, Ia tidak mengharamkan perceraian atas hamba-Nya untuk mempermudah mereka.”

Ikuti kami di Google News
Redaksi
Editor