15 Eks Pimpinan KPK Turun Gunung, Melihat Jokowi: Negeri Ini di Ambang Bahaya Kalau Kita Biarkan Terus

Ikuti kami di Google News

Harapan untuk Presiden Terpilih Nanti

Secara khusus, Ruki menyoroti soal pemilihan presiden ke-8 RI. Ia berharap yang terpilih mempunyai komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Sebab, ia akan menjadi panglima tertinggi dalam hal tersebut.

“Kalau nanti terpilih nanti presiden yang tidak punya komitmen yang tidak punya strong commitment yang cuma mengatakan ‘kami akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi’, cuma pencitraan doang, bullshit, enggak akan bisa bergerak kita. Negeri ini akan semakin lama semakin terpuruk,” ungkap Ruki.

Ruki mengaku sudah menjadi Pimpinan KPK untuk 3 presiden yang berbeda. Menurut dia, KPK selalu berjalan sendiri.

“Saya menjadi ketua KPK untuk 2 masa jabatan presiden, 3 malah, semuanya mengatakan, ‘saya akan memimpin sendiri mimpin sendiri, mimpin sendiri’, apa yang dipimpin, wong kita jalan sendiri kok,” kata Ruki.

“Oleh karena itu, presiden yang ke 8 ini mari kita pilih yang betul-betul memiliki strong commitment. Kita kan cuma pemilih, setelah itu ya mari kita teriakin lagi rame-rame, saya juga ikut lah,” imbuh Ruki sambil berkelakar.

Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Laode M. Syarif menyebut pernyataan sikap ini bukan tiba-tiba dan juga nonpartisan.

“Ini adalah pesan moral. Mengapa baru keluar? karena makin hari mendekat makin tampak juga penyelewengan dan penyalahgunaan itu,” kata Syarif.

“Rasanya sebagai orang tua, merasa masa kita diam saja ini melihat kondisi yang seperti ini,” imbuhnya.

Ia pun mengingatkan bahwa pesan ini bukan hanya ditujukan pada pemerintah saat ini. Melainkan juga untuk pemerintah yang nanti akan menjabat.

“Presiden yang harus kita pilih adalah presiden yang harus mau menjadi panglima pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujar Syarif.

“Sekarang silakan dipercayakan kepada siapa dari yang 3 itu agar KPK juga menjadi jauh lebih kuat ke depannya,” pungkasnya.

Sumebr: kumparan











Tutup