Breaking News
light_mode
Trending Tags
Home » Peristiwa » Bikin Geram! Pertamax Dicampur Air, Korban Hanya Dapat Rp 1 Juta, SPBU Minta Bukti Dihapus

Bikin Geram! Pertamax Dicampur Air, Korban Hanya Dapat Rp 1 Juta, SPBU Minta Bukti Dihapus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 10 Mar 2025

Kasus BBM tercampur air kembali membuat heboh warganet setelah seorang pemilik Honda HR-V mengalami insiden tak menyenangkan di SPBU Pucangsawit, Solo.

Mobilnya mendadak mogok setelah mengisi Pertamax, yang telah tercampur air.

Dikutip dari Tribun Solo, Kisah ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook John Arkha Budi di grup Info Cegatan Solo (ICS) pada Jumat (7/3/2025) dan langsung viral.

Bikin Geram! Pertamax Dicampur Air, Korban Hanya Dapat Rp 1 Juta, SPBU Minta Bukti Dihapus

Dalam unggahannya, ia membagikan momen saat mobil HR-V putih miliknya harus diderek ke bengkel di Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru.

Mobil Mogok di Tengah Jalan

Eka Kartika (36), istri pemilik mobil, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi saat ia dan suaminya hendak berangkat ke Yogyakarta untuk keperluan pekerjaan pada Kamis (6/3/2025).

Mereka mampir di SPBU Pucangsawit dan mengisi BBM jenis Pertamax sebanyak Rp 300.000.

Namun, tak lama setelah keluar dari SPBU, mobil mereka mulai menunjukkan gejala aneh.

“Baru sampai di Solo Baru, mobil terasa brebet, tidak bisa diinjak gas, dan tiba-tiba mati total di tengah jalan,” ujar Eka.

Karena panik, mereka pun segera menghubungi teknisi Honda Solo Baru untuk mengecek kendaraan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa BBM dalam tangki mereka bercampur dengan air.

SPBU Akhirnya Ganti Rugi

Merasa dirugikan, suami Eka langsung mendatangi SPBU Pucangsawit dengan membawa sampel Pertamax bercampur air sebagai bukti dan meminta pertanggungjawaban.

Pihak SPBU akhirnya menyetujui ganti rugi berupa biaya perbaikan mobil sebesar Rp 723.000 serta penggantian biaya BBM sebesar Rp 300.000, sehingga totalnya mencapai Rp 1 juta.

“Awalnya mereka hanya mau mengganti setengahnya, tapi setelah didesak akhirnya diganti penuh,” ungkap Eka.

Namun, meski telah mendapatkan kompensasi, Eka tetap merasa khawatir terhadap kemungkinan dampak jangka panjang pada mobilnya akibat insiden ini.

“Saya tidak tahu apakah nanti mobil saya akan mengalami kerusakan lain akibat BBM yang bercampur air ini,” tambahnya.

SPBU Minta Unggahan Viral Dihapus

Setelah unggahan tentang insiden ini viral, pihak SPBU Pucangsawit menghubungi Eka dan meminta agar postingan tersebut dihapus.

Namun, Eka menolak permintaan tersebut. Menurutnya, unggahan itu tidak akan dihapus sebelum pihak SPBU memberikan klarifikasi resmi serta permintaan maaf secara terbuka.

“SPBU menelepon saya dan meminta agar unggahan dihapus. Tapi saya tidak mau karena belum ada klarifikasi atau permintaan maaf dari mereka,” ujar Eka.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen SPBU Pucangsawit belum memberikan tanggapan terkait kejadian ini.

Dihubungi terpisah, Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan membenarkan adanya insiden BBM Pertamax bercampur air di salah satu SPBU di Solo.

Taufiq memberikan klarifikasi bahwa tercampurnya BBM jenis Pertamax dengan air adalah akibat adanya rembesan air hujan di dalam tangki penyimpanan di SPBU tersebut.

“Hasil pengecekan betul karena curah hujan tinggi mengakibatkan rembesan air yang sekarang sedang dicek sumbernya dimana untuk tangki Pertamax,” ujar Taufiq melalui pesan singkat kepada TribunSolo.com, Jumat (7/3/2025) malam.

Sumber: kompas

Author

Jl. Gatot Subroto No.Kav. 2, RW.3, Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pt Pan Brothers Tbk Buka Lowongan Di Tangerang, Segera Melamar!

    PT Pan Brothers Tbk Buka Lowongan di Tangerang, Segera Melamar!

    • calendar_month Sab, 15 Jun 2024
    • 0Comment

    PT Pan Brothers Tbk di Indonesia memiliki pabrik (fasilitas produksi) di Tangerang, Bandung, Boyolali, Sragen, Demak, Ungaran dan Tasikmalay. Jajaran Produk dalam pembuatan pakaian: Kain Tenun seperti Jaket Berlapis dan Ringan, Celana, Celana Pendek, Celana Kasual dan Kemeja, dll. Jaket Wear Teknis, Fungsional dan Aktif cocok untuk Salju Boarding, Pakaian Luar Ski, Pakaian Aktif, Pakaian […]

  • Pakar Mikro Ekspresi

    Pakar Mikro Ekspresi : Karena Sikap Gibran, Mahfud MD Sedikit Kehilangan Kendali dan Kekesalannya Memuncak

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • 0Comment

    Karena Sikap Gibran, Mahfud MD Sedikit Kehilangan Kendali dan Kekesalannya Memuncak pada debat kempat, Ungkap Pakar gestur dan mikro ekspresi jebolan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Monica Kumalasari. Dikutip dari ANTARA Senin (22/1), “Untuk nomor urut 3 saya mengamati bahwa kekesalannya memuncak dari skakmat yang disampaikan oleh (nomor urut) 2, membuat Pak Mahfud Md menjadi hilang […]

  • Rajai Perolehan Suara Real Count Jawa Barat, Segini Gaji Komeng Jika Terpilih Jadi Anggota Dpd

    Rajai Perolehan Suara Real Count Jawa Barat, Segini Gaji Komeng Jika Terpilih Jadi Anggota DPD

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • 0Comment

    Rajai Perolehan Suara Real Count Jawa Barat, Segini Gaji Komeng Jika Terpilih Jadi Anggota DPD. Komedian Alfiansyah alias Komeng mendapat perolehan suara tertinggi di pemilihan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Jawa Barat. Berdasar hasil hitung nyata atau real count KPU RI, hingga Kamis siang nama Komeng jauh melejit, meninggalkan para pesaingnya. Komeng untuk […]

  • Kpk Ragu Tangkap Hasto Dan Harun Masiku, Gnk, Masihkah Layak Dipertahankan

    KPK Ragu Tangkap Hasto dan Harun Masiku, GNK: Masihkah Layak Dipertahankan?

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2024
    • 0Comment

    Berlarutnya kasus Harun Masiku yang diduga melibatkan elite Parpol penguasa, Hasto Kristiyanto, bukti bahwa lembaga super body KPK tak lebih sebagai lembaga politis yang tidak diperlukan lagi keberadaannya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang melibatkan elite penyelenggara negara. Sindiran itu disampaikan inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syukur Ali Hamdi Al Hamid, saat dikonfirmasi terkait […]

  • Peristiwa Keji! Bocah 4 Tahun Disiksa Hingga Tewas Oleh Pacar Ibunya

    Peristiwa Keji! Bocah 4 Tahun Disiksa hingga Tewas oleh Pacar Ibunya

    • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
    • 0Comment

    Peristiwa Keji! Bocah 4 Tahun Disiksa hingga Tewas oleh Pacar Ibunya. Seorang bocah empat tahun di Kabupaten Aceh Barat, Aceh diduga disiksa hingga tewas oleh pacar ibunya. Pelaku nekat menyiksa dan aniaya bocah malang tersebut akibat kesal karena dianggap telah mengganggu hubungan asmaranya dengan ibu korban. Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat berhasil meringkus AZ […]

  • Mardani, Honorer Dapat Nip Desember 2024, Termasuk Lulusan Sd

    Mardani: Honorer Dapat NIP Desember 2024, Termasuk Lulusan SD

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • 0Comment

    Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera memberikan isyarat tenaga honorer akan mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Desember 2024. Ia mengungkapkan kemungkinan itu terbuka usai diputuskan dalam rapat Komisi II DPR RI dengan Menpan RB. Mardani menjelaskan NIP itu akan diberikan kepada 2,3 juta tenaga […]

expand_less