Kecelakaan beruntun melibatkan dua bus dan dua mobil terjadi di Jalan Tol Jakarta–Cikampek Km 39.300 B.
Insiden ini tepatnya terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, pada Senin pagi (5/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan keterangan dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi, Iptu Lufty, insiden bermula ketika sebuah bus melaju dari arah timur menuju barat menabrak dua minibus dari belakang.
“Setibanya di lokasi kejadian, bus nopol G-7112-OF yang dikemudikan berinisial WS berada di lajur 3 menabrak belakang kendaraan minibus Nissan Evalia nopol B-1266-EYB yang dikemudikan ES dan Minibus Honda Brio bernomor polisi B-1735-FOA yang dikemudikan RSB,” ujar Lufty dikutip dari Kompas.com, Senin (5/1/2026).
Tak lama kemudian, sebuah bus lain bernomor polisi G-7359-OE yang dikemudikan T turut menabrak bagian belakang bus G-7112-OF.
“Posisi akhir seluruh kendaraan menghadap ke arah barat,” kata Lufty.
Akibat kecelakaan ini, satu orang mengalami luka-luka serius dan langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga Delta Mas.
Korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Selain menimbulkan korban, seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Sementara pengemudi diimbau selalu menjaga jarak aman guna mencegah risiko tabrakan serupa di jalan tol.
“Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi,” pungkas Lufty.
Tips Hindari Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Kecelakaan seperti tabrakan memang tidak bisa dihindari.
Tabrakan beruntun yang melibatkan banyak mobil akhir-akhir ini banyak terjadi di jalan tol.
Penyebab kecelakaan pun beragam, mulai dari pengerem mendadak atau saat mengindari kendaraan lainnya di depan.
Dikutip dari Tribunnews, ada tips ampuh menghindari kecelakaan di jalan tol, salah satunya memperhitungkan jarak aman.
Jarak aman ini dibutuhkan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Dengan jarak aman pastinya pengemudi bisa lebih mengendalikan mobil dengan baik untuk menghindari kecelakaan.
“Banyak faktor yang membuat jarak kendaraan antar kendaraan di jalan tol berbeda, seperti koefisien gesek (dalam hal ini ban dan permukaan jalan, beda kualitas ban dan jenis atau kualitas permukaan jalan juga koefisien geseknya berbeda), berat kendaraan (termasuk muatannya), jenis kendaraan (LV & HV), dsb,” ucap Adrianto Sugiarto Abadi selaku Instruktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC).
Bila di standar internasional, idealnya dibuat rata-rata tiga detik untuk kendaraan ringan.
Ukuran waktu ini ditentukan dengan perhitungan kendaraan di depan.
“Hitung di dalam hati sampai tiga detik dengan memperhitungkan jarak mobil di depan. Bila jarak sudah sesuai perhitungan kita maka itu jarak aman dengan mobil di depan,” tambah Adrianto.
Dengan demikian, jarak dengan mobil yang berada di depan akan selalu ideal.
Jl. Gatot Subroto No.Kav. 2, RW.3, Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan