Maruarar Sirait Tuai Sorotan, Dijuluki Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat
Pemerintah berencana memulai pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, pada 2026.
Rencana ini disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada 15 Januari 2026, dengan klaim lahan siap dan dukungan penuh dari pengembang.
Maruarar Sirait Tuai Sorotan, Dijuluki Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat
Alhasil, rencana tersebut menjadi cibiran warganet yang menuding pemerintah seolah-olah melindungi kepentingan oligarki.
Di sisi lain, Meikarta juga tak lepas dari catatan kelam yang sebelumnya menjerat Bupati Bekasi periode 2017–2022 Neneng Hassanah Yasin.
Dilansir dari akun Instagram RMOL, Senin, 19 Januari 2026, unggahan berjudul “Meikarta jadi Rusun Subsidi” dibanjiri komentar warganet. Mayoritas dari mereka memberikan kritik pedas terhadap pernyataan Menteri PKP Maruarar Sirait
“Penyelamat konglomerat,” tulis akun @zia_acad disertai emoticon menangis.
“Lucunya oligarki, bupatinya dipenjara akibat disuap tapi pemiliknya masih bebas dan bangunannya tetap aman dan tidak disita,” timpal akun @alsundawiharis yang juga disertai emoticon menangis.
“Enak ya bangkrut di beli negara,” tukas akun @chaerul_85.
Ada pula warganet yang menuding wacana ini sebagai aksi bagi-bagi cuan. Hal itu seperti yang disampaikan pemilik akun @agus_hariyanto0.
Selain itu ada juga warganet yang menyinggung kasus cicilan warga belum beres unitnya tapi dipindah ke tempat lain dengan kewajiban menambah sekian juta.
Tidak sampai di situ, warganet juga mengomentari penggunaan lahan serapan serapan air yang bisa berdampak pada banjir.
“Stop pengusaha property membangun diatas lahan serapan air,” tandas akun@sulican37.
Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 1.012 warganet memberikan likes dan 58 komentar pada unggahan tersebut.
Sumber: RMOL



