Ikuti kami di Google News

Pangeran Saudi Beri Penjelasan Tegas Soal Ideologi Wahabisme yang Ditakuti GP Ansor

“Sejarah yang telah tercatat dari perspektif mereka,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mudahnya, seorang murid yang belajar kepada guru di sekolah, tapi hanya menulis dan membaca tanpa memahami konteks dan tidak mau bertanya.

Fenomena tersebut sudah familiar di sekolah-sekolah umum lainnya sampai sekarang. Tak bisa dipungkiri.

Kitab-kitab Muhammad bin Abdul Wahhab

Pangeran MbS mengatakan jika kelompok ekstremis berdosa kepada Muhammad bin Abdul Wahhab.

Pasalnya banyak kitab-kitabnya yang digunakan kelompok esktrem untuk membenarkan ideologi menyimpang mereka.

By the way, kelompok ekstremis yang dimaksud adalah kelompok khawarij.

Kelompok tersebut dikenal pintar membaca Al-Quran dan Hadist tetapi hanya sebatas tekstual.

“Saya yakin jika Abdul Wahhab, Bin Baz, dan ulama lainnya masih hidup hingga sekarang, mereka akan jadi barisan terdepan yang melawan ide-ide ekstremis dan kelompok teroris itu,” bebernya.

Pangeran Saudi kembali memberi contoh penyimpangan yang dilakukan kelompok esktremis.

Disebutkannya, kelompok esktremis kerap memelintir ajaran yang menjadi dasar hukum di Arab Saudi itu.

Seperti ketika seorang tokoh agama meninggal dunia, kelompok keras itu biasanya memakai kalimat para ulama Suadi, tetapi juga memelintirnya.

Pangeran Saudi juga menegaskan bahwa ideologi kelompok esktremis tak akan sama, dan bukan satu-satunya paham di Arab Saudi.

“Mulai saat ini tidak boleh ada satu pun pihak yang memaksakan ajaran mereka yang menjadikannya satu-satunya paham di Saudi,” jelasnya.

Fakta, kata MbS, di bawah Kerajaan Salam bin Saud saat ini, merangkul pemahaman antar kelompok Sunni dan Syiah di Arab Saudi.

Terdapat sejumlah madrasah-madrasah Syiah berdiri di Saudi, selain Sunni.

Sumber: disway

Halaman:
1 2