Ikuti kami di Google News

Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera melakukan penataan ulang terhadap keberadaan puluhan lapak kuliner di areal wisata Teras Udayana, yang kondisinya saat ini terkesan tidak dimanfaatkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait pengelola Teras Udayana untuk melakukan penataan ulang dan evaluasi menyeluruh terhadap pemanfaatan fasilitas tersebut,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Irwan Harimansyah di Mataram, Selasa.

Pemkot Mataram Siapkan Penataan Baru Lapak Kuliner Teras Udayana

Pernyataan itu disampaikan menyikapi kondisi sebanyak 24 lapak kuliner yang berada di samping tribun Teras Udayana yang sempat diresmikan secara seremonial pada Juli 2024, kini kondisinya memprihatinkan dan sepi dari aktivitas perdagangan.

Terhadap kondisi puluhan lapak kuliner tersebut, Irwan tidak menampik. Karena itu, satu minggu yang lalu pihaknya telah mengumpulkan data para pedagang yang terdaftar untuk memastikan siapa saja yang berhak dan sudah mendaftar untuk menempati lapak tersebut pada awal peresmian.

Pihaknya bahkan telah memberikan tenggat waktu selama tiga bulan kepada para pedagang untuk berembuk dan kembali aktif berjualan. Selain itu, Disdag juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas luar, seperti komunitas otomotif Vespa, yang sempat mengajukan surat untuk mengadakan kegiatan di lokasi tersebut demi menghidupkan kembali suasana sentra kuliner Teras Udayana.

Selama ini, katanya, penggunaan sekitar 24 lapak kuliner tersebut bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) masih digratiskan, belum ada penarikan retribusi sewa lahan.

Hal itu sekaligus menepis isu yang beredar mengenai mahalnya biaya sewa yang menyebabkan para pedagang enggan berjualan.

Terhadap masalah tersebut, Disdag juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), selaku pengelola kawasan tersebut. Bagaimana, menghidupkan kembali lapak kuliner agar bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Mungkin harus sering diadakan event-event oleh Dinas Pariwisata untuk menarik masyarakat ke areal tersebut,” katanya.

Selain itu, Irwan menduga salah satu penyebab sepinya lapak kuliner itu dipicu oleh faktor lokasi yang dinilai kurang strategis karena berada di area belakang, sementara keramaian dan kantong parkir utama justru berpusat di bagian depan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut secara komprehensif, Dinas Perdagangan akan menggelar pertemuan bersama dengan beberapa dinas terkait seperti,
Dinas Perhubungan mengatur dan mengelola kantong parkir agar dapat menghidupkan area lapak kuliner.

Kemudian, dengan Dinas Pariwisata agar digelar penyelenggaraan acara berkala untuk menarik pengunjung, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait penanganan kebersihan dan perbaikan fasilitas penunjang seperti toilet di sekitar lokasi.

“Semoga dengan konsep yang sudah kami siapkan, lapak Teras Udayana bisa kembali hidup,” katanya.