Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat untuk merevitalisasi dua ruang kelas SMAN 7 Mataram yang ambruk pada Selasa (19/5/2026).
Pemprov NTB Ajukan Bantuan ke Pusat Usai Atap SMAN 7 Mataram Roboh
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) NTB, Syamsul Hadi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengusulkan perbaikan bangunan dua kelas tersebut.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur SMA di Jakarta, InsyaAllah segera kami tindak lanjut komunikasi, karena sepertinya ada sinyal lampu hijau untuk kami diberikan perhatian terkait musibah yang terjadi di SMAN 7 Mataram,” ujarnya, Rabu (20/5/2026), dilansir dari Antara.
Segera Susun Proposal dan Lengkapi Persyaratan Administrasi
Menurut Syamsul, Disdik NTB akan segera menindaklanjuti penyusunan proposal dan melengkapi persyaratan administrasi agar bantuan dari Pemerintah Pusat dapat segera diproses.
“Kami melakukan komunikasi intensif untuk segera (lengkapi syarat administrasi). Kami ingin layanan pendidikan terkait kebutuhan ruang kelas terpenuhi di sana,” katanya.
Ia menjelaskan bangunan yang ambruk tersebut merupakan ruang kelas yang dibangun oleh komite sekolah pada tahun 2006.
Menurut Syamsul, usia bangunan sekitar 20 tahun sudah tergolong tua untuk fasilitas umum.
Kegiatan Belajar Siswa Dipindah ke Ruang Kelas Lain
Lanjut Syamsul, kegiatan belajar siswa yang ruang kelasnya rusak dipindahkan sementara ke ruang kelas XII yang sudah tidak digunakan setelah ujian semester selesai.
“Sementara ini mereka pakai ruang kelas XII yang kebetulan ruang kelas itu sudah selesai ujian semester. Mudah-mudahan kami segera bisa mendapatkan bantuan,” pungkas Syamsul.
Diberitakan sebelumnya, insiden atap SMAN 7 Mataram ambruk terjadi pada ruang kelas XI B2 dan XI B3.
Kejadian saat jam istirahat siang tersebut menyebabkan lima siswa terdampak. Empat siswa mengalami luka ringan, sementara satu siswa trauma.
Bisa Dipakai akibat Kasus DAK 2024 Biaya Perbaikan Capai Rp 400 Juta
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan ruang kelas SMAN 7 Mataram yang rusak mencapai ratusan juta.
“Kami menghitung recovery biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 400 juta,” kata Jaya, Rabu (20/5/2026), dilansir dari TribunLombok.
Menurut dia, kerusakan bangunan masih tergolong rusak ringan. Sebab, jika dilihat kondisi kerusakannya hampir 30 persen.
Meski termasuk rusak ringan, dua ruang kelas tersebut tidak saja tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Apalagi, bangunannya sudah berusia 20 tahun. Sehingga, kayu pada bagian atap sudah lapuk dan tidak mampu lagi menahan beban berat genteng beton.
“Material rangka atapnya juga sudah cukup lama dan terlebih juga di sana bahan penutupnya itu pakai genteng memang berat. Genteng beton itu berat,” tukas Jaya.




