Ikuti kami di Google News

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang dan pelemahan nilai tukar rupiah, mengatur pengeluaran rumah tangga menjadi semakin penting. Salah satu pos yang kerap luput dari perhatian adalah biaya makan harian. Kebiasaan jajan di luar yang terasa sepele bila dilakukan setiap hari, lama-kelamaan bisa menggerus anggaran secara signifikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Memasak sendiri di rumah menjadi solusi paling efektif untuk menekan biaya makan. Selain lebih sehat dan higienis, memasak sendiri memberi kontrol penuh atas porsi, bahan, sekaligus pengeluaran. Berikut sepuluh trik masak hemat yang bisa langsung Anda terapkan di rumah.

10 Trik Masak Hemat di Rumah agar Dompet Tak Cepat Jebol

Rencanakan Sebelum Belanja

1. Susun Menu Mingguan

Sebelum berbelanja, luangkan waktu untuk menulis rencana menu tiga hingga lima hari ke depan. Cara ini membantu Anda mengetahui bahan apa yang benar-benar dibutuhkan, sehingga terhindar dari pembelian impulsif. Misalnya, siapkan ayam untuk dua menu, sayur untuk tumis dan sup, serta telur sebagai lauk cadangan saat keadaan darurat.

2. Periksa Isi Kulkas Terlebih Dahulu

Sebelum pergi ke pasar atau supermarket, cek kembali isi kulkas dan dapur Anda. Memotret atau mencatat stok bahan yang masih tersedia akan mencegah pembelian ganda. Dengan begitu, bahan makanan tidak menumpuk hingga berakhir kedaluwarsa dan terbuang percuma.

Pilih Bahan dengan Cerdas

3. Andalkan Bahan Murah yang Fleksibel

Masak hemat bisa dimulai dari bahan sederhana yang serbaguna, seperti beras, telur, tahu, tempe, ikan pindang, ayam, sayur, bawang, cabai, dan bumbu dasar. Sebuah studi bertajuk Food Preparation on a Budget menemukan bahwa mereka yang ingin berhemat cenderung memilih bahan pokok yang fleksibel. Dari bahan-bahan tersebut, Anda bisa mengolah nasi goreng, tumis, sup, telur balado, hingga tahu-tempe kecap.

4. Beli Stok Tahan Lama dalam Jumlah Besar

Untuk bahan yang awet seperti beras, minyak, atau bumbu kering, membeli dalam kemasan besar biasanya lebih hemat dibanding membeli eceran berulang kali. Pastikan tempat penyimpanannya memadai agar kualitas bahan tetap terjaga.

5. Pilih Buah dan Sayur Musiman

Produk yang sedang musim umumnya dijual dengan harga lebih murah dan kualitas terbaik. Selain hemat, Anda juga mendapatkan kesegaran maksimal.

6. Jangan Ragu dengan Produk Kurang Sempurna

Buah dan sayur dengan bentuk kurang menarik sering dijual lebih murah, padahal kandungan gizinya tetap sama. Memanfaatkan produk seperti ini juga turut mengurangi limbah makanan.

Berhemat Saat Berbelanja

7. Bandingkan Harga per Satuan

Jangan hanya melihat harga total. Perhatikan harga per satuan, misalnya per gram atau per liter, agar Anda benar-benar tahu pilihan mana yang paling ekonomis.

8. Pilih Produk Generik atau Merek Toko

Produk dengan merek toko atau generik kerap menawarkan kualitas yang setara dengan merek terkenal, namun dengan harga jauh lebih terjangkau. Tak ada salahnya mencoba untuk kebutuhan sehari-hari.

Optimalkan Dapur Anda

9. Siapkan Lauk Siap Masak

Mengolah dan menyimpan lauk dalam porsi siap masak (meal prep) menghemat waktu sekaligus mencegah keinginan jajan di luar saat lapar mendadak. Bumbu dasar yang sudah dihaluskan juga bisa disimpan untuk beberapa hari.

10. Manfaatkan Kembali Sisa Makanan

Sisa nasi bisa diolah menjadi nasi goreng, sementara sayur sisa bisa dijadikan isian omelet. Dengan kreativitas, makanan yang tersisa tidak perlu berakhir di tempat sampah.

Dengan menerapkan trik-trik di atas secara konsisten, pengeluaran makan harian Anda akan jauh lebih terkontrol. Kuncinya ada pada perencanaan matang dan kebiasaan belanja yang cermat, sehingga dompet pun tetap aman meski harga kebutuhan terus bergerak naik.

36 kali dibaca