Ikuti kami di Google News

Bupati Muara Enim, Edison, secara mengejutkan mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (10/6) malam. Kedatangannya bersamaan dengan berlangsungnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Edison tidak datang sendirian. Ia hadir bersama pihak dari PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi. Berdasarkan pantauan di lokasi, mobil tahanan yang membawa keduanya tiba di kantor lembaga antirasuah tersebut sekitar pukul 22.31 WIB. Saat dikonfirmasi awak media mengenai agenda kedatangannya, baik Edison maupun Cory memilih bungkam dan tidak memberikan komentar apa pun.

KPK Panggil Bupati Muara Enim Edison usai OTT ASN BPK

Diperiksa Terkait Dugaan Suap Pengaturan Temuan BPK

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa kedatangan keduanya berkaitan langsung dengan rangkaian operasi senyap yang menyasar para ASN BPK. Edison dan Cory dijadwalkan menjalani serangkaian pemeriksaan oleh penyidik.

“Benar, untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan dugaan suap pengaturan temuan pemeriksaan BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim,” ujar Budi melalui pesan tertulis, Kamis (11/6).

Dugaan suap yang tengah diselidiki ini berkaitan erat dengan temuan BPK atas sejumlah proyek pengadaan barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah pengadaan Smart TV.

“Dugaan pemberian (suap) ini berkaitan dengan temuan BPK dalam pengadaan salah satunya adalah Smart TV yang kemarin sudah kita jelaskan dalam konstruksi perkara Muara Enim,” tutur Budi sebelumnya. Ia menambahkan bahwa KPK akan terus mendalami keterangan dari seluruh pihak yang telah diamankan dalam operasi tersebut.

Lima ASN BPK Terjaring OTT di Jakarta

KPK menangkap lima orang ASN dari BPK dalam OTT yang digelar di Jakarta pada 9 dan 10 Juni 2026. Operasi senyap ini diduga melibatkan praktik suap untuk mengatur atau “memuluskan” hasil temuan pemeriksaan BPK terhadap proyek pengadaan di Kabupaten Muara Enim.

Kelima ASN tersebut menjalani pemeriksaan intensif di KPK hingga Rabu malam. Rincian dari peristiwa tangkap tangan ini direncanakan akan disampaikan secara resmi oleh KPK melalui konferensi pers pada Kamis (11/6) hari ini.

Dalam penindakan ini, KPK turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai senilai jutaan rupiah yang diduga berkaitan dengan transaksi suap.

Rentetan OTT di Muara Enim

OTT terhadap ASN BPK ini bukanlah peristiwa tunggal. Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menggelar operasi tangkap tangan di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan pada periode 6-8 Juni 2026.

Operasi pertama tersebut menyasar dugaan kasus yang berbeda namun masih dalam satu lingkup, yaitu:

  • Dugaan suap pengadaan barang dan jasa (PBJ)
  • Penerimaan gratifikasi tahun anggaran 2025-2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim

Dari rangkaian operasi pertama itu, KPK menangkap sebanyak 10 orang. Empat orang di antaranya telah ditetapkan statusnya oleh penyidik dalam pusaran kasus korupsi tersebut.

Dengan pemanggilan Bupati Edison dan pihak swasta dari PT Millenium Solusi Abadi, kasus dugaan korupsi di Kabupaten Muara Enim diperkirakan akan terus berkembang. Publik kini menanti pengumuman resmi dari KPK mengenai konstruksi lengkap perkara serta nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pengaturan temuan BPK ini.