Ikuti kami di Google News

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menjadi salah satu pembicara terkemuka dalam International Summit of Religious Affairs yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (12/6/2026). Forum bergengsi ini mengumpulkan para mufti dan tokoh-tokoh Muslim dari berbagai penjuru dunia, termasuk Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Syekh Dr. Muhammad Abdul Karim Al Issa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ahmad Muzani di Forum Mufti Dunia: Islam dan Kemajuan Harus Beriringan

Indonesia dan Malaysia: Simbol Kebangkitan Dunia Islam

Dalam pidatonya, Muzani menyoroti fenomena yang menurutnya patut menjadi kebanggaan bersama umat Islam global, yakni pesatnya pertumbuhan populasi Muslim yang kini seiring sejalan dengan kemajuan peradaban. Ia mengambil Indonesia dan Malaysia sebagai contoh nyata transformasi yang luar biasa.

“Pada tahun 40 dan 50-an, Indonesia dan Malaysia masih berjuang keluar dari belenggu kemiskinan. Kini, kedua negara bersiap melangkah menjadi negara maju,” ujar Muzani di hadapan para peserta forum.

Ia merinci sejumlah faktor pendorong kemajuan tersebut, mulai dari peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, akselerasi teknologi, stabilitas ekonomi dan politik, hingga angka kemiskinan yang terus menunjukkan tren penurunan. Menurutnya, semua pencapaian itu merupakan buah dari keberpihakan negara terhadap rakyatnya.

Islam Harus Adaptif di Tengah Arus Zaman

Muzani juga menegaskan bahwa kemajuan dunia Islam tidak boleh berhenti pada capaian material semata. Umat Islam, kata dia, wajib terus mendorong inovasi dan kreativitas agar ajaran Islam tetap relevan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

“Islam harus menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas harus diwujudkan demi pengembangan Islam yang semakin toleran dan moderat,” tegasnya.

Ia turut menyinggung ancaman nyata yang masih membayangi umat Islam di panggung global, yakni gelombang islamophobia yang kerap memframing kemajuan dunia Islam sebagai ancaman, serta upaya segelintir pihak yang mengeksploitasi Islam sebagai kendaraan radikalisme. Muzani menekankan pentingnya narasi tandingan yang menampilkan wajah Islam yang dicintai dan dihormati dunia.

Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Tuntut Relevansi Agama

Lebih jauh, Muzani menyebut bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan secara tidak langsung menuntut cara pandang keagamaan yang lebih kontekstual dan membumi. Ia optimistis bahwa Indonesia dan Malaysia kini telah diperhitungkan sebagai kekuatan Islam yang berpengaruh di tingkat global.

  • Peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi kemajuan
  • Stabilitas ekonomi dan politik yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan
  • Inovasi dan moderasi sebagai kunci Islam yang relevan dan dicintai dunia
  • Perlawanan terhadap islamophobia melalui narasi positif dan konstruktif

Utang Dunia Islam kepada Palestina

Di penghujung pidatonya, Muzani mengingatkan bahwa di balik segala kemajuan yang diraih, dunia Islam masih memiliki tanggung jawab besar yang belum tuntas, yaitu perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia mengajak seluruh negara berpenduduk Muslim untuk bersatu dan tidak melupakan janji sejarah yang telah lama diikrarkan bersama.

Kehadiran Ahmad Muzani di forum internasional ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam diplomasi Islam global, membawa pesan perdamaian, moderasi, dan kemajuan yang universal.

Baca juga tentang magang Pertamina Ahmad Muzani forum mufti untuk informasi terkini. Artikel ini termasuk dalam kategori Internasional. Untuk lebih updatenya di media sosial bisa juga cek Teras Nasional.

6 kali dibaca