Ikuti kami di Google News

Amerika Serikat (AS) bersiap mengirimkan armada kapal selam bertenaga nuklir ke Australia dalam waktu dekat. Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, pada Jumat (12/6/2026), menandai babak baru dari perjanjian pertahanan trilateral AUKUS yang melibatkan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapal Selam Nuklir AS Masuk Australia, Apa Tujuan Strategis AUKUS?

Empat Kapal Selam Bertenaga Nuklir Siap Dioperasikan

Berdasarkan kerangka kerja sama AUKUS, sebanyak empat kapal selam di bawah komando AS dijadwalkan beroperasi secara bergilir dari pelabuhan di pantai barat Australia mulai tahun depan. Personel dari Skuadron Kapal Selam AS 3 akan memimpin operasional armada tersebut, dengan dukungan penuh dari personel militer Australia dan Inggris.

Menhan Marles menegaskan bahwa kehadiran pasukan AS di pangkalan dekat Perth itu bukan sekadar manuver simbolis. Pasukan AS, kata dia, akan secara aktif melatih personel Australia agar mampu mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir milik mereka sendiri di masa mendatang.

“AUKUS berjalan sesuai rencana dan sedang berlangsung sekarang,” ujar Marles, menekankan bahwa kemitraan ini telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar rencana di atas kertas.

Posisi Strategis: Semakin Dekat ke Laut China Selatan

Para pejabat militer AS mengungkap alasan geopolitik di balik pemilihan pangkalan di sekitar Perth. Lokasi tersebut dinilai sangat strategis karena menempatkan angkatan laut AS lebih dekat ke Laut China Selatan, kawasan yang belakangan ini terus memanas akibat ketegangan antara Beijing dan Taipei.

  • Pangkalan Perth memungkinkan proyeksi kekuatan laut AS menjangkau kawasan Indo-Pasifik dengan lebih efisien
  • Kehadiran kapal selam nuklir dianggap sebagai penyeimbang kekuatan militer China di kawasan
  • Australia menjadi titik kunci dalam strategi pertahanan kolektif negara-negara demokrasi di Pasifik

Dinamika di London: Pengunduran Diri Menhan Inggris Membayangi Pertemuan AUKUS

Di tengah momentum positif pengumuman ini, kunjungan Marles ke London minggu ini untuk membahas perkembangan AUKUS justru diwarnai kejutan politik. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya, diduga terkait polemik pendanaan proyek-proyek pertahanan di dalam negeri Inggris.

Meski sempat berjanji mendukung penuh AUKUS setelah bertemu Marles pada Kamis (11/6), Healey keburu mengundurkan diri sebelum sempat mengunjungi pangkalan angkatan laut Portsmouth yang telah dijadwalkan. Situasi ini memunculkan tanda tanya soal kesinambungan komitmen London terhadap pakta pertahanan trilateral tersebut dalam jangka pendek.

Rencana Besar: Australia Beli Kapal Selam dan Bangun Armada Baru

Dalam peta jalan AUKUS yang lebih luas, Australia telah menetapkan sejumlah langkah ambisius yang menjadikan proyek ini sebagai investasi pertahanan termahal dalam sejarah negara itu. Berikut rencana besar Canberra ke depan:

  • 2032: Australia akan mulai membeli tiga unit kapal selam bekas milik AS
  • Jangka panjang: Australia dan Inggris berencana bersama-sama membangun kelas baru kapal selam bertenaga nuklir generasi berikutnya

Langkah ini mencerminkan pergeseran besar dalam kebijakan pertahanan Australia yang kini secara terang-terangan mengadopsi doktrin kekuatan laut berbasis nuklir, meski tidak memiliki senjata nuklir itu sendiri. Kapal selam bertenaga nuklir berbeda dari senjata nuklir — reaktor nuklir hanya digunakan sebagai penggerak, bukan sebagai hulu ledak.

Implikasi bagi Kawasan Indo-Pasifik

Pengerahan kapal selam nuklir AS ke Australia dipastikan akan memicu respons dari Beijing, yang selama ini memandang AUKUS sebagai ancaman terhadap stabilitas kawasan. Para analis memperkirakan langkah ini akan semakin memperketat persaingan pengaruh militer di Indo-Pasifik, sebuah kawasan yang kini menjadi episentrum rivalitas geopolitik global antara AS dan China.

Untuk update lainnya bisa juga cek Halaman Facebook  Teras Nasional.  Baca juga tentang kapal selam nuklir AUKUS untuk informasi terkini. Artikel ini termasuk dalam kategori Internasional.

34 kali dibaca